Persuasive Communication of Wilayatul Hisbah in Sharia Enforcement in Aceh Besar
DOI:
https://doi.org/10.65427/puscen.v2i1.19Keywords:
Legal Communication , Persuasive Communication , Sharia Enforcement, Wilayatul HisbahAbstract
This study examines persuasive communication used by Wilayatul Hisbah (WH) in supporting the enforcement of Islamic sharia regulations in Aceh Besar, Indonesia. Using a qualitative descriptive case-study approach, the research draws on interviews, field observation, and institutional documents concerning WH communication and enforcement activities. The analysis identifies three interrelated modes of persuasion: educational communication that translates legal and religious norms into accessible advice and socialization; dialogic communication that creates space for two-way explanation and response; and humanistic communication that emphasizes empathy, dignity, and proportionality. These modes are combined with preventive monitoring and formal enforcement rather than replacing them. The findings suggest that persuasive interaction can strengthen legal understanding, reduce interactional resistance, and create conditions for voluntary compliance. However, the available qualitative evidence does not establish a causal decline in violation rates. The study contributes by interpreting WH communication through persuasion and procedural-legitimacy perspectives and by showing that effective sharia enforcement depends not only on regulatory authority but also on message design, communicator credibility, respectful treatment, and community legal literacy.
Penelitian ini mengkaji komunikasi persuasif yang digunakan Wilayatul Hisbah (WH) dalam mendukung penegakan regulasi syariat Islam di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi lapangan, dan telaah dokumen kelembagaan terkait aktivitas komunikasi dan penegakan WH. Analisis menemukan tiga pola persuasi yang saling berkaitan, yaitu komunikasi edukatif yang menerjemahkan norma hukum dan agama ke dalam nasihat serta sosialisasi yang mudah dipahami; komunikasi dialogis yang membuka ruang penjelasan dan tanggapan dua arah; serta komunikasi humanis yang menekankan empati, martabat, dan proporsionalitas. Ketiga pola tersebut dipadukan dengan langkah preventif dan penegakan formal, bukan untuk menggantikannya. Temuan menunjukkan bahwa interaksi persuasif berpotensi memperkuat pemahaman hukum, mengurangi resistensi interaksional, dan menciptakan kondisi bagi kepatuhan sukarela. Namun, bukti kualitatif yang tersedia belum cukup untuk membuktikan penurunan angka pelanggaran secara kausal. Penelitian menegaskan pentingnya desain pesan, kredibilitas komunikator, perlakuan yang menghormati masyarakat, dan literasi hukum dalam penegakan syariat.
References
Aksa, F. N., Saifullah, T., & Farabi, A. (2023). The implementation of Qānūn of Jināyāt in Aceh: A legal point of view. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 8(1), 16–34. https://doi.org/10.22515/alahkam.v8i1.5896
Alidar, E. M. K., Jamhir, J., & Budiman, N. (2025). Pemberantasan judi online di Kota Banda Aceh: Analisis terhadap peran kepolisian, WH, dan Diskominfo. Syntax Idea, 7(4), 564–583. https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v7i4.12863
Faiqah, R., Melayu, H. A., & Umur, A. (2025). Implementasi Qanun No. 6 Tahun 2014 pada WH (Wilayatul Hisbah) dalam pencegahan pelanggaran di Kota Banda Aceh. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 645–657. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4855
Kartika, R., Ngarawula, B., & Wahyudi, C. (2025). The performance of Wilayatul Hisbah in the context of Islamic Shariah implementation in Simeulue Regency. International Journal of Research in Social Science and Humanities, 6(9), 23–32. https://doi.org/10.47505/IJRSS.2025.9.3
Kiasatina, H. A., Abdullah, A., & Shabarullah, S. (2025). Efektivitas Wilayatul Hisbah dalam pemberantasan judi online di Banda Aceh: Analisis di Kota Banda Aceh. Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 6(2), 247–262. https://journal.ar-raniry.ac.id/index.php/iqtishadiah/article/view/8696
Maulana, A. S., & Ritonga, E. Y. (2024). Strategi komunikasi Islam Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah dalam menjalankan qanun di Gayo Lues. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora, 8(1), 410–420. https://doi.org/10.31604/jim.v8i1.2024.410-420
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nurjanah, N. (2019). Strategi komunikasi dakwah Wilayatul Hisbah dalam pencegahan pelanggaran Qanun Aceh tentang Jinayat di Aceh Barat. Jurnal Ilmu Dakwah, 39(2), 147–165. https://doi.org/10.21580/jid.v39.2.4401
Petty, R. E., & Cacioppo, J. T. (1986). Communication and persuasion: Central and peripheral routes to attitude change. Springer-Verlag.
Putri, N. K., Ramlan, R., Trilia, I., Julian, F., & Erick, B. (2025). Implementasi syariat Islam oleh Wilayatul Hisbah di Aceh Barat: Tantangan dan dinamika sosial. Journal of Sharia Economy and Islamic Tourism, 5(2), 107–121. https://doi.org/10.31764/jseit.v5i2.29656
Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat (2025).
Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat (2014).
Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Hukum Acara Jinayat (2013).
Rahmadani, A. (2025). Komunikasi persuasif Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Lhokseumawe dalam upaya penegakan syariat Islam [Universitas Malikussaleh]. https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/12657/
Tyler, T. R. (2006). Why people obey the law. Princeton University Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (2006).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahmat Nazar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










